Apakah Penuhanan Sri Krishna dan Sri Rama adalah hal baru?

Beberapa tokoh teologi mengemukakan bahwa gerakan bhakti yang memusatkan pemujaan kepada Sri Krishna baru dimulai sekitar tahun 1000 – 1800 Masehi yang dipicu oleh masuknya penjajah Islam dan Kristen ke India. Mereka beranggapan bahwa gerakan ini muncul akibat proses adaptasi dalam usaha merebut simpati masyarakat yang mulai condong memilih agama-agama non Vedik. Celakanya, ternyata sebagian orang juga ada yang berpandangan bahwa gerakan bhakti dan pemujaan kepada Sri Krishna adalah barang baru yang muncul pada era 70-an yang dipelopori oleh Srila Prabhupada dengan organisasi ISKCON-nya. Apa benar konsep bhakti kepada Sri adalah barang baru?

Jika memang benar asumsi gerakan bhakti baru muncul akibat tekanan dari agama-agama non Vedik, khususnya Islam dan Kristen di India, maka seharusnya sejarah harus membuktikan bahwa tidak ada konsep bhakti yang serupa yang berkembang di luar India sebelum atau dalam kurun waktu yang sama dengan masa masuknya Islam dan Kristen di India. Tetapi kenyataannya konsep bhakti dan khususnya pemujaan kepada Krishna ternyata sudah berkembang pesat di Indonesia setidaknya tepat pada saat Islam dan Kristen mulai masuk ke India. Kenyataan ini dapat kita lihat dari berbagai macam karya sastra dan artefak peninggalan bangsa Indonesia.

Pada kekawin Ramayana sarga XXVI, irama jagaddhita disebutkan; “saksat manmatha sila sang raghusutamenuhi wisaya dharma ring sarat ngka Ramayana bhadrawadanira mengha mawangi rumeseo teke hati Sang Yogiswara sista sang sujana suddha manahira huwus mace sira byaktawasucapanta ring julungadhomuka pinaka nimittaning lepas”. Berdasarkan kutipan ini kita dapat mengetahui bahwa dikatakan penulis kekawin Ramayana versi bahasa jawa kuno adalah Empu Yogiswara yang memiliki kepribadian sempurna. Tahun penulisannya ditunjukkan dengan Candra Sangkala: sista (6) Sujana (1) Suddha (0) Manah (1), sehingga menjadi 1016 Saka atau tahun 1094 Masehi. Dalam kekawin Ramayana ini dengan sangat jelas menunjukkan Mpu Yogiswara melakukan pemujaan bhakti kepada Sri Rama sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan salah satu sloka kekawinnya yang menyebutkan: “dharma lawan arthottama kama nyang tiga yekawas ya temunta sestining ambek byakta katemwa Sang Raghuputrawas sira karsa, Dharma (kebaikan), artha (kekayaan) dan kama (kepuasan indriya), ketiga ini pasti anda dapatkan, segala keinginan akan menjadi kenyataan jikalau anda menyembah Sri Rama (Raghuputra)”. Dalam sargah-sargah yang lain juga terdapat setidaknya 25 sloka pujian para Rsi kepada Sri Rama yang mengagungkan Beliau sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Sloka-sloka tersebut tercantum dalam Sargah XXI, sloka 125-148 Kekawin Ramayana.

Kekawin Mahabharata merupakan kekawin yang tidak kalah populernya dengan kekawin Ramayana. Hanya saja sayangnya penulis kekawin Mahabharata dalam bahasa Jawa kuno tidak begitu jelas tercantum dalam kekawin itu sendiri. Yang disebutkan hanya waktu penulisan yang bertepatan dengan masa kekuasaan Raja Dharmawangsa Teguh Ananta Wikramottunggadewa pada tahun 991 – 1007 Masehi. Dikatakan bahwa beliaulah yang memerintahkan para Rakawi menyalin kitab Mahabharata aslinya ke dalam bahasa Jawa kuno. Disamping itu, pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa Teguh juga disusun kekawin Uttara Kanda, Arjuna Wijaya, Astikasraya, Parthayana/Subhadra Wiwaha, Bharata Yuddha, Rama Kanda, Hari Sraya, Hari Wijaya dan Krsnandhaka. “……sira ta Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama ngraranira umilwa manggalaning mangjawakna Byasamata…….mwang parampara karengo tekeng anagatakala”. Sungguh suci perintah Dharmawangsa – “mangjawakna Bhyasamata” – “tulisan-tulisan, wejangan, buah pikiran Bhagavan Vyasa diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa kuno. “parampara karengo tekeng anagatakala” – disebarluaskan secara turun-temurun dari yang berhak kepada yang lain (parampara). Ternyata pada saat itu sistem Parampara (garis perguruan) sebagaimana yang ditegaskan untuk bisa menguasai Veda dengan benar masih terpelihara dengan baik. Pada salah satu penggalan kekawin yang mengisahkan perang Bharata, disebutkan; “Sajna haji, kadi ling patik haji nguni, tar keneng upalaksana kamahatnya I Sang Pandawa, apan hana Maharaja Krsna ri sira, maharaja Krsna ngarania, saksat Wisnumurti, wenang salaka jagat Wyapaka, sidha gawe wigraha. Icca nira ngkana ktang Tri Lokya Mandala, mwang manahakna. Sira humyang ing Bhur Bhwah Svah. Sira summing ing catur Yuga. Paramarthanya, sira wasitwa pramana ring sarwwajanma, ndya ta margga Sang Pandava tan lewiha?”. Disini dikatakan bahwa kebesaran dan kehebatan Pandawa tidak dapat diperkirakan. Ini disebabkan karena Sri Krishna ada di pihak mereka. Krishna sejatinya adalah Visnu Murti. Beliau meresap dan menguasai seluruh alam semesta dan mampu mencerai-beraikan ala mini. Tenaga Maya Beliau-lah yang mengerjakan semua ini. Atas kehendak Beliau Tri Lokya Mandala terwujud dan inilah pendapat Udyoga Parva. Krishna adalah Hyang atas Bhur Bhuvah Svah dan Beliau adalah penguasa roh setiap mahluk. Dalam 48 B diuraikan ratap tangis Drupadi sehingga keluarlah kata-kata: “Trahanam Pundarikaksah, tatan hana saranasrayaning hulun waneh, tabeda sangke Parameswara”. Parama berarti tertinggi, Iswara berarti pengendali sehingga arti penggalan ini adalah Krishna merupakan pengendali tertinggi.   Trahanam Pundarikaksah artinya O Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna yang mata-Nya bagaikan bunga padma, mohon melindungi hambamu yang rendah ini. Dalam lampiran 53 A dikatakan bahwa dewi Kunti juga menyebutkan hal yang sama. Beliau mengagungkan Sri Krishna sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Dan masih banyak lagi penggalan-penggalan kekawin Mahabharata yang mengarahkan pembacanya untuk senantiasa ingat dan menumbuhkan cinta bhakti yang murni kepada Sri Krishna, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa.

Mpu Panuluh adalah salah satu penulis berbagai macam kesusastraan Jawa Kuno pada masa Raja Jayabaya. Salah satu karya beliau yang terkenal adalah kekawin Hariwangsa. Dalam kekawin tersebut beliau mengatakan bahwa tujuan beliau menulis kekawin tersebut adalah untuk mempersembahkan sujud bhakti di bawah kaki padma Sri Krishna (puspanjalya ri jong Janardana juga). “tan sangke wihikan mara nghulun apan manggeh kaciryan tiwas puspanjalya ri jong janardana juga nghing don iki tan waneh hetunnya Hariwangsaparwa wangunen tuten lalangwakena cihna ning winuruk wuruk tekap ira sri lung lango ring lango, Bukanlah disebabkan hamba merasa mampu melakukan tugas ini, sesungguhnya hamba bodoh sekali. Tujuan hamba tiada lain adalah untuk berbhakti mempersembahkan bunga hanya di bawah kaki Janardana. Oleh karena itu hamba mengarang cerita Hari Wangsa yang sangat menarik. Sesungguhnya ada yang hamba anggap guru, beliau sudah ahli dalam hal mengarang”.

Dalam kekawin Bomantaka diawali dengan pujaan atas Sang Hyang manobhu, Dewa Kama agar beliau berkenan menjiwai karangan tersebut. Dilanjutkan pujian kepada Sri Visnu dan Sang Hyang Basuki yang dikatakan perwujudan dari Tuhan Yang Maha Esa sendiri, Sri Krishna dan Baladewa. Dalam kekawin ini inti yang ingin disampaikan adalah perihal Sri Krishna membinasahkan raksasa Bhoma, perusuh Tri Bhuwana dan perusak Dharma. Sehingga setelah terbunuhnya raksasa Bhoma, para dewa secara bergiliran datang memberikan sujud sembah kepada Sri Krishna dengan berbagai macam doa-doa pujiannya. Pada penggalan cerita pembangunan istana Dvaravati dalam kekawin ini disebutkan juga mantra pujian penyembahan kepada Sri Bhagavan (Krishna) yang dikatakan sebagai Bhagavan Vesnava, raja para yogi dan hanya karena karunia diri-Nya para yogi bisa mencapai kesempurnaan. Krishna-lah yang senantiasa distanakan dalam hati setiap orang. “Om Om Sadnya Sang Nrpati kunang ike Sang hulu siddha yogi, mangken sampun katon byakta ring dadi Bhagawan Wesnawa Sri Narendra, Sangkweh Sang Siddha Yogiswara kita sarananyeki sthananaken mungwing swacitta”.

Setelah Sri Krishna membunuh raksasa Bhoma, semua dewa bergiliran datang menyembah dan mengagungkan Sri Krisna sebagai sumber segala ciptaan, pemelihara dan pelebur alam material

Disamping berbagai macam kekawin yang tersebar luas di Indonesia, secara mengejutkan kekawin Niti Sastra yang diperkirakan ditulis oleh Dang Hyang Dwijendra / Nirartha yang selama ini lebih dikenal sebagai seorang pendeta Siva ternyata dalam kekawin tersebut mengagung-agungkan pemujaan kepada Sri Hari sebagai yang tertinggi dan pengendali semua dewa. Niti Sastra yang asli ditulis sekitar 2300 tahun  yang lalu oleh seorang politisi hebat bernama Kautilya/Chanakya Pandit/Visnu Gupta. Beliau sangat terkenal karena keahliannya dalam ilmu politik melalui tulisan berbahasa sansekertanya serta nasehat praktis yang diberikan kepada Raja Candra Gupta Maurya dalam mengendalikan pemerintahan. Meski tidak dikutip secara total, kitab Jawa kuno yang mengutip beberapa sloka-sloka aslinya dalam bahasa Sansekerta sangat menarik untuk dibaca. Kebanyakan orang beranggapan bahwa Niti Sastra adalah sebuah kitab ilmu kepemimpinan, namun sejatinya kitab ini lebih mengarah kepada kepemimpinan pada diri sendiri agar memiliki budi pekerti luhur dan bijaksana dalam mencari kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Pada pengantar kekawin Niti Sastra dituliskan; “Sembahninghulun ing Bhatara Hari sarwajhatmabhuh nityasa sang tanseng hrdayanta tikta tulisangke supratisthe namer, ring wahyastuti sembahninghulun I jong Sang Hyang Sahasrangsuman, dadya prakreta Niti Sastra hiniket lambing winakteng praja, Sembah hamba di bawah kaki padma Tuhan Yang Maha Esa Sri Hari, jiwa seluruh alam semesta beserta semua mahluknya. Anda yang begitu merasuki batin hamba sekarang akan hamba ikat, hamba stananakan dan hamba pelihara. Secara pujaan nyata hamba sujud kepada Sang Hyang Sahasrangsuman. Hamba menyusun karangan Niti Sastra dalam wujud kekawin untuk menyebarkannya kepada masyarakat”.

Dari secuil kutipan karya sastra leluhur kita tersebut, sudah memperlihatkan cukup bukti bahwa penyembahan dengan jalan cinta bhakti kepada Sri Krishna, Sri Rama, Sri Hari, Narayana dan ribuan nama-nama Beliau yang lainnya sudah ada dan berkembang di luar India bahkan sebelum masuknya penjajah Islam dan Kristen ke India yang dikatakan menjadi roda penggerak evolusi Hindu. Apa lagi dengan tuduhan penuhanan Sri Krishna yang dikatakan baru terjadi sejak pergerakan ISKCON oleh Srila Prabhupada pada tahun 70-an. Hal itu sama sekali tidak benar. Leluhur bangsa Indonesia sejak awal mereka mengenal Hindu sudah terbisa dengan melakukan penyembahan kepada Sri Krishna dan Sri Rama sebagaimana yang dilakukan oleh gerakan Hare Krishna dewasa ini di seluruh dunia.

Om tat sat

94 Comments

  1. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ sutha
    mengenai tebakan identitas, nanti insyaallah sy ceritakan rahasianya.
    Mau maghrib neh,,, see you.

    Wassalam.

  2. bodogendeng /

    SEMUA AGAMA MENGATAKAN TUHAN ITU MAHA ………………………
    JADI TUHAN ITU TAK TERBATAS
    JADI KALAU ADA KITAB YANG MENGATAKAN TUHAN TIDAK BISA ……. DAN JUGA TIDAK BISA …….. DAN SETERUSNYA, MENURUT LOGIK SAYA TIDAK BISA DIPERCAYA ALIAS SALAH/FIRMAN ATAU SABDA BOHONGAN.

  3. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    Skali lagi….
    Gunakan logika agar tidak terdogma, namun jangan sampe terdogma oleh logika.

    Wassalam.

  4. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ sutha

    >>> bait terakhir dr BG.4.6 yg anda sebutkan juga masih diperjelas dng kata “bentuk rohani”KU.
    >>> mengutip HANYA satu ayat tidak mengapa, namun perlu juga perhatikan konteks pada ayat sebelum/ sesudahnya apakah masih ada korelasi ato ga. Gitu loh mas.
    .
    .
    .
    Soal menebak2 identitas ? He..he…, sy terinspirasi detektif conan edogawa/ sinichi kudo, itu tuh manga karya aoyama gosho.
    Itu hanya insting, naluri aja, sy gaptek ga punya keahlian nglacak ID ato email, jadi “clue” yg bisa sy jadikan acuan y cuman ISI koment dan WAKTU koment. Lho kok ?
    @ Gaya tulis bli rama kanda identik dng bli rama putra, sering mengutip koment lawan diskusi dng font yg lebih shoft, dan pengetahuannya ttg bhagavata purana.
    @ isi koment bli bagus di atas (5 sept 2010) terulang2 sampe 3x (12.37 pm – 1.39 pm – 1.47 pm) dan yg terakhir 7.27 pm atas nama ika, kesamaan isi lebih dari 3 paragraf.
    Pd postingan “orang hindu beranak” nama susi muncul mengcaunter bro xarel x 7 sept 2010 jam 9.34 pm yg isi n kebijaksanaan dlm menyampaikan 3 aspek utama TUHAN, mirip dng bli bagus.
    @ utk mas sutha sendiri, bli ngarayana yang menebak bahwa mas berasal dr sulawesi kan ? Liat postingan “tuhan yg setaraf dewa” 17 sept 2010 jam 1.18 pm. Jika tebakan sy salah, bli ngara juga salah dong, he,,he,,.
    @ d-a-n percaya ga kalo sarvakaranam dan udnap adalah bli ngara sendiri ? Gimana ?

    Ta’aruf (saling mengenal) adalah cara pendekatan psikologis agar diskusi jauh dari prasangka, bahwa share juga memerlukan care.

    Wassalam.

  5. Samaranji /

    Assalamu’alaikum…

    @ sutha

    >>> bait terakhir dr BG.4.6 yg anda sebutkan juga masih diperjelas dng kata “bentuk rohani”KU.
    >>> mengutip HANYA satu ayat tidak mengapa, namun perlu juga perhatikan konteks pada ayat sebelum/ sesudahnya apakah masih ada korelasi ato ga. Gitu loh mas.
    .
    .
    .
    Soal menebak2 identitas ? He..he…, sy terinspirasi detektif conan edogawa/ sinichi kudo, itu tuh manga karya aoyama gosho.
    Itu hanya insting, naluri aja, sy gaptek ga punya keahlian nglacak ID ato email, jadi “clue” yg bisa sy jadikan acuan y cuman ISI koment dan WAKTU koment. Lho kok ?
    @ Gaya tulis bli rama kanda identik dng bli rama putra, sering mengutip koment lawan diskusi dng font yg lebih shoft, dan pengetahuannya ttg bhagavata purana.
    @ isi koment bli bagus di atas (5 sept 2010) terulang2 sampe 3x (12.37 pm – 1.39 pm – 1.47 pm) dan yg terakhir 7.27 pm atas nama ika, kesamaan isi lebih dari 3 paragraf.
    Pd postingan “orang hindu beranak” nama susi muncul mengcaunter bro xarel x 7 sept 2010 jam 9.34 pm yg isi n kebijaksanaan dlm menyampaikan 3 aspek utama TUHAN, mirip dng bli bagus.
    @ utk mas sutha sendiri, bli ngarayana yang menebak bahwa mas berasal dr sulawesi kan ? Liat postingan “tuhan yg setaraf dewa” 17 sept 2010 jam 1.18 pm. Jika tebakan sy salah, bli ngara juga salah dong, he,,he,,.
    @ d-a-n percaya ga kalo sarvakaranam dan udnap adalah bli ngara sendiri ? Gimana ?

    Ta’aruf (saling mengenal) adalah cara pendekatan psikologis agar diskusi jauh dari prasangka, bahwa share juga memerlukan care.

    Wassalam…

  6. sarvakaranam /

    salam kenal buat samaranji

    Bg. 12.1
    Arjuna bertanya: Yang mana dianggap lebih sempurna: orang yang
    selalu tekun dalam bhakti kepada Anda dengan cara yang benar ataukah
    orang yang menyembah Brahman, yang tidak bersifat pribadi dan
    tidak terwujud?

    BG. 12.2
    Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Orang yang memusatkan
    pikirannya pada bentuk pribadi-Ku dan selalu tekun menyembah-Ku
    dengan keyakinan besar yang rohani dan melampaui hal-hal duniawi
    Aku anggap paling sempurna.

    BG. 12.3-4
    Tetapi orang yang sepenuhnya menyembah yang tidak terwujud, di
    luar jangkauan indria-indria, yang berada di mana-mana, tidak dapat dipahami, tidak pernah berubah, mantap dan tidak dapat dipindahkan paham tentang Kebenaran Mutlak yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan, dengan mengendalikan indria-indria, bersikap yang sama terhadap semua orang, dan sibuk demi kesejahteraan semua orang, akhirnya mencapai kepada-Ku.

    BG. 12.5

    Orang yang pikirannya terikat pada aspek Yang Mahakuasa yang tidak
    berwujud dan tidak bersifat pribadi sulit sekali maju. Kemajuan
    dalam disiplin itu selalu sulit sekali bagi orang yang mempunyai
    badan.

    pendapat saya semoga tidak salah: berdasar pada Sloka BG diatas ……………..
    Pada akhirnya keduanya bisa mencapai kepada Tuhan Yang Maha Esa
    Yang menyembah Tuhan Dalam KepribadianNya seperti Hindu, Budha.
    maupun yang menyembah Tuhan dalam aspek yang tidak berwujud seperti Islam dan juga dalam Hindu

    kita ini manusia yang memiliki kekurangan
    1. indria-indria kita tidak sempurna dan sangat terbatas
    2. sering berbuat kesalahan
    3. cendrung untuk menipu
    4. silahkan dipikirkan ……

    jadi kita share dan care, rendah hati, saling memaafkan

    apa rumus kedamaian dalam AQ, mohon infonya to Samaran-ji

  7. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ sarvakaranam
    salam kenal juga bli,,,
    setelah baca BG yg bli sampaikan, sy malah berkesimpulan bhw lafadz “AKU” yg dimaksud adalah TUHAN, namun karena yg menyabdakan Sri Krishna maka bnyk anggapan bhw “aku” merujuk pd beliau sendiri.
    Dlm islam pun ada faham “wihdatul wujud” manunggaling kawulo gusti. Hal ini sbnrnya mudah dipahami JIKA qt bisa mmbedakan mana kalimat yg ansich dari Rasul dan mana yg firman TUHAN yg disampaikan lewat perantara sabda utusan.
    Dulu dan mungkin sekarang, ketika kegairahan ilmu filsafat berusaha mengungkap misteri spiritual, ada sebuah usaha MENGHILANGKAN firman “qul” (katakanlah wahai Muhammad SAW !) pada perintah2 seperti “sembahlah AKU !”, maka jika kata “qul” tsb dihilangkan akan terkesan sprt perintah menyembah Nabi Muhammad SAW bukan ? (dan alhamdulillah usaha2 tsb gagal)
    ==========

    rumus k-e-d-a-m-a-i-a-n ?
    Bismillahirrahmaanirrahiim
    QS. AnNahl. 125 yg insyaallah kurang lebih artinya “Ajaklah ke jalan TUHAN dengan kepintaran, pengajaran yg baik dan bertukar pikiranlah dng mereka dengan cara yg sebaik-baiknya”.

    Metode dakwah yg dicontohkan Baginda Rasulullah SAW adalah dng MAUIDHOH HASANAH, memberi nasehat yg baik dan USWATUN HASANAH, menjadi suri tauladan yg baik.

    Terimakasih pertanyaannya bli, smoga bermanfaat.

    Wassalam.

  8. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    BTW,,, mungkin ga ya, kalimat “penjajah islam, penjajah kristen” dlm artikel di atas diganti.

    Kayaknya bangsa qt cukup dewasa deh tidak menyebut “penjajah kristen” pd Belanda dan tidak menyebut “penjajah shinto budha” pada Jepang.

    Smoga paham maksud sy. Makasih.

    Wassalam.

  9. @samaranji
    Wuih ternyata bro ini menyimak dengan baik semua posting sama komen orang2 nih, saya kira bro ini cuma memperhatikan topik yang ingin ditanggapi saja. wah ga brani macem2 lagi nih sama beliau.
    good luck on searching.
    lain kali kita berbagi analisa lagi

  10. @ Samaranji

    Anda mengatakan:
    “ifat Tuhan ada 20 yg meliputi sifat jamal (keindahan) sifat jalal (kebesaran) dan sifat kamal (kesempurnaan). Ke-20 sifat ini ada dasarnya dalam al-qur’an al kariim yg bila sy tuliskan tentu menghabiskan space di sini.
    Adapun 99 nama agung Allah terdapat dlm hadits diriwayatkan dari sahabat nabi abi hurairah (kitab shahih tirmidzi juz XIII halaman 37-42).”

    Yakin cuman dalam kisaran angka 20 dan 99 bro? Kalau menurut Hindu tidak ada yang membatasi baik itu jumlah maupun kualitas dari Tuhan lho… di Veda sendiri sifat-sifat dan nama-nama Tuhan dituliskan dengan Visnusahasranama atau 1000 nama suci Tuhan. Baca deh di sini : http://narayanasmrti.com/2009/09/1000-nama-suci-tuhan-dalam-veda-part-2/ dan http://narayanasmrti.com/2009/09/1000-nama-suci-tuhan-menurut-veda-part-3/

  11. @ Samaranji
    untuk comment anda tertanggal September 20, 2010 at 9:51 pm sepertinya kurang tepat jika saya dasarkan dari analisis IP address masing-masing pengunjung… ;) Analisis posisi yang saya sampaikan juga mungkin tidak tepat jika terjadi kesalahan geo maping jaringan internet.
    Apa yang bisa kita petik dari semua ini? seperti apa yang disampaikan saudara sarvakaranam, bahwa panca indria kita memang terbatas, cenderung salah, sering menipu dan sebagainya yang menyebabkan metode berpikir kita yang sering kita klaim ilmiah juga pada dasarnya tidak bisa selalu tepat. Jika anda seorang scientist yang cermat, pasti anda harus mengakui akan adanya “measurement uncertainty”, atau ketidakpastian pengukuran yang mengakibatkan harus diberikan toleransi kesalahan pada setiap pengukuran dan perhitungan.

    Salam,-

  12. sarvakaranam /

    @Samaran-ji
    rumus k-e-d-a-m-a-i-a-n ?
    Bismillahirrahmaanirrahiim
    QS. AnNahl. 125 yg insyaallah kurang lebih artinya “Ajaklah ke jalan TUHAN dengan kepintaran, pengajaran yg baik dan bertukar pikiranlah dng mereka dengan cara yg sebaik-baiknya”.

    Metode dakwah yg dicontohkan Baginda Rasulullah SAW adalah dng MAUIDHOH HASANAH, memberi nasehat yg baik dan USWATUN HASANAH, menjadi suri tauladan yg baik.

    Terimakasih pertanyaannya bli, smoga bermanfaat.

    saya :
    * sebuah rumus yang sangat bagus : kedamaian dicapai jika kita semua dijalan Tuhan

    seperti halnya dalam Bhagavad-gita 5.29:

    Orang yang sadar kepada-Ku sepenuhnya, karena ia mengenal Aku
    sebagai Penerima utama segala korban suci dan pertapaan, Tuhan
    Yang Maha Esa penguasa semua planet dan dewa, dan penolong yang
    mengharapkan kesejahteraan semua mahkluk hidup, akan mencapai
    KEDAMAIAN dari penderitaan kesengsaraan material.

    penjelasan :
    Roh-roh yang terikat dalam cengkraman tenaga yang mengkhayalkan
    sangat menginginkan tercapainya kedamaian di dunia material.
    Tetapi mereka tidak mengetahui rumus untuk kedamaian, yang dijelaskan dalam Bhagavad-gita pada bagian ini. Rumus kedamaian yang paling utama adalah sebagai berikut: Sri Krsna-lah yang menikmati hasil segala kegiatan manusia. Seharusnya manusia mempersembahkan segala sesuatu untuk pengabdian rohani kepada Tuhan, sebab Beliaulah Pemilik semua planet dan dewa yang ada di planet-planet itu. Tiada seorangpun yang lebih tinggi
    daripada Beliau. Beliau lebih tinggi daripada dewa yang paling tinggi, yaitu dewa Siva dan dewa Brahma. Dalam Veda (Svtasvatara Upani‰ad 6.7), Tuhan Yang Maha Esa diuraikan sebagai, tam isvaranam paramam mahesvaram. Di bawah pesona khayalan, para makhluk hidup berusaha menjadi Penguasa segala sesuatu yang dipandangnya, tetapi sebenarnya mereka dikuasai oleh
    tenaga material Krsna. Krsna adalah Penguasa alam material, dan roh-roh yang terikat berada di bawah peraturan alam material yang keras. Kalau seseorang belum mengerti kenyataan pokok tersebut, tidak mungkin dia mencapai kedamaian di dunia, baik secara pribadi maupun secara bersama. Inilah pengertian kesadaran Krsna: Sri Krsna adalah Yang Mahakuasa, dan semua makhluk hidup, termasuk pula para dewa yang mulia, adalah bawahan Krsna.
    Seseorang dapat mencapai kedamaian yang sempurna hanya kalau ia sadar akan Krsna secara lengkap.
    Bab Lima ini adalah penjelasan yang praktis tentang kesadaran Krsna,yang pada umumnya dikenal sebagai karma-yoga. Pertanyaan angan-angan tentang bagaimana karma-yoga dapat memberikan pembebasan dijawab di sini. Bekerja dalam kesadaran Krsna berarti bekerja dengan pengetahuan lengkap tentang Tuhan sebagai Penguasa. Pekerjaan seperti itu tidak berbeda
    dengan pengetahuan rohani. Kesadaran Krsna secara langsung adalah
    bhakti-yoga, dan jnana-yoga adalah jalan menuju bhakti-yoga. Kesadaran krsna berarti bekerja dengan penuh pengetahuan tentang hubungan kita dengan Yang Mutlak Yang Paling Utama. Kesempurnaan kesadaran tersebut ialah pengetahuan yang sempurna tentang Krsna, atau Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Sang roh yang murni adalah hamba Tuhan yang kekal sebagai bagian percikan dari Krsna yang mempunyai sifat yang sama seperti Krsna. Sang roh yang murni mengadakan hubungan dengan maya (khayalan)karena keinginan untuk berkuasa atas maya. Itulah yang menyebabkan banyak
    penderitaan yang dialaminya. Selama ia berhubungan dengan alam,
    ia harus melaksanakan pekerjaan menurut kebutuhan-kebutuhan material.Akan tetapi, kesadaran Krsna membawa seseorang ke dalam kehidupan rohani walaupun ia masih berada dalam kekuasaan alam, sebab kesadaran Krsna berarti menghidupkan kembali kehidupan rohani melalui latihan di dunia material. Makin seseorang maju dalam kesadaran Krsna, makin dia dibebaskan dari cengkraman alam. Krsna tidak berat sebelah terhadap siapapun.
    Segala sesuatu tergantung pada pelaksanaan tugas kewajiban yang nyata dalam kesadaran Krsna, dan ini membantu seseorang untuk mengendalikan indria-indria dalam segala hal dan mengalahkan pengaruh keinginan dan amarah. Orang yang berdiri dengan teguh dalam kesadaran Krsna, dan mengendalikan nafsu tersebut diatas, sesungguhnya mantap pada tingkat rohani, atau brahma-nirvana. Kebatinan yang terdiri dari delapan tahap dijalankan dengan sendirinya di dalam kesadaran Krsna, sebab tujuan utama
    yoga itu dipenuhi. Ada proses naik tingkat secara bertahap dalam latihan yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Tetapi tahap-tahap ini hanya merupakan pendahuluan untuk kesempurnaan bhakti, satu-satunya proses yang menganugerahkan kedamaian kepada manusia. Itulah kesempurnaan hidup tertinggi.

  13. @ samaranji

    terima kasih atas penjelasnnya.
    anda
    Islam membatasi kebinalan akal, logika adalah anugerah utk lebih mengenal n mendekatkan diri padaNYA.

    koment
    kalau di Veda malah mempersilakan menguji kebenaran Veda dengan logika. seperti kutipan 1000 Veda mengatakan api itu dingin janganlah dipercaya.

    anda
    “tafakkaru fi kholqillah, wa laa tafakkaru fi dzatillah” fikirkanlah tentang ciptaanNYA, jangan fikirkan ttg dzat/ entitas NYA.
    => kata “jangan” disini agar qt tidak terlalu larut dan berlebih2an, kemampuan manusia amat terbatas untuk memahami “wujud” TUHAN.

    koment
    memang kalau memahami wujud Tuhan dengan kepala manusia biasa sangatlah tidak mungkin. tatapi kalau kitab suci mengajarkannya dan menuntunnya. apakah sesuatu yang tidak mungkin ? kebetulan dalam hal ini Veda mengajarkannya.

    koment anda yang lain kayaknya sudah ada yang menaggapi. terimakasih

    terkadang perlu membuka diri/hati untuk mencari kebenaran yang sejati
    salam damai

  14. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ bagus
    makasih,,,
    maaf, kalo veda mempersilahkan utk menguji kebenarannya truss apa maksud postingan “garis peguruan..” itu ?

    @ ngarayana
    makasih bli responnya,,, pufth..,akhirnya postingan ini mendapat sentuhan anda juga (walaupun harus pake koment pancingan tebak2an itu).
    Sy setuju koq panca indera qt terbatas,,, oleh karenanya sy sampaikan bhw islam m,e,m,b,a,t,a,s,i kebinalan akal itu apalagi kalo udah menyangkut konsep ketuhanan.
    Btw, agar tercipta kedamaian maukah bli mempertimbangkan lagi kata “penjajah…” itu ?
    Kurang lebihnya mohon maaf, skali lagi terima kasih tanggapan bli.

    @ made
    yakin angka kisaran 1000 itu bersumber dr veda yg sebenarnya ?
    Jika veda aja MEMBATASI dng 1000 visnusahasranama mengapa malah umat hindu tidak membatasinya ?
    Kalo di “kitab” URANTIA lebih komplit tuh.

    @ sutha
    sy hanya berusaha menjadi pendengar yg baik. Jika qt menjadi pendengar yg baik insyaallah apa yg qt sampaikan didengar dng baik. Terimakasih.

    Wassalam.

  15. Anda
    makasih,,,
    maaf, kalo veda mempersilahkan utk menguji kebenarannya trus apa maksud postingan “garis peguruan..” itu ?
    koment
    agar tidak salah dalam menafsirkan pertanyaan anda “garis peguruan..” yang bagaimana anda tanyakan ?

    koment penafsiran anda

    kalo mengajarkan Veda diperlukan garis perguruan agar dapat menjaga kautentikan veda dan dapat menyampaikan makna yang benar yang ada dalam kitab suci. dan sang murid dipersilakan mengajukan pertanyaan dan bahkan berdebat sekalipun untuk menguji kebenaran yang gurunya sampaikan.

  16. @ samaranji

    anda
    Kalo di “kitab” URANTIA lebih komplit tuh.

    koment
    linknya dapat dimana ya broo… lumayan menambah wawasan…

  17. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ bagus.
    Yg sy maksud postingan blog ini, “garis perguruan srila prabhupada”.
    Jika akhir perdebatan si murid tidak mempercayai veda (katakanlah malah mempercayai AQ), apakah masih dianggap murid oleh sang guru ?

    Ttg urantia, digoogling aja bli,,, banyak koq bahkan versi asli sudah ada e-booknya.

    Wassalam.

  18. mistery man /

    ga usah pada ribut, kalian smua coba buka pikirin. selama dunia masih ada, yg maha kuasa tdk akan membiarkan manusia terlantar. dari masa ke masa slalu ada utusan tuhan, tak terkecuali di jaman sekarang. pengen tau ga siapa itu

  19. @ samaranji

    semoga kita semua dalam lindungan Tuhan
    anda
    Jika akhir perdebatan si murid tidak mempercayai veda (katakanlah malah mempercayai AQ), apakah masih dianggap murid oleh sang guru ?
    Koment
    Dalam ajaran Veda yaitu Padma purana, terdapat empat garis pergurunan pokok yang otentik. yaitu :
    Sri Sampradaya, Brahma sampradaya, Ludra Sampradaya dan Sanaka Sampradaya.
    dan dalam Bhagavad-gétä 4.34 serta Bhagavad-gétä 18.42 Sri Krishna menyruh kita mempelajari Veda dengan mendekati guru kerohanian dari garis perguruan yang dapat dipercaya, bukan dengan angan-angan belaka atau hanya dengan membaca buku.

    Menurut hemat saya tujuan hidup yang diajarkan dalam Veda adalah alam rohani Tuhan/moksa. Apabila dalam mencapai tujuan hidup seorang murid mempunyai pandangan berbeda maka dipersilakan dengan sebebas-bebasnya memilih ajaran serta guru yang dipercaya untuk memenuhi tujuan hidupnya.

    Apakah murid tersebut dianggap durhaka ?. Jawabnya ada 2. pertama tidak dianggap durhaka apabila dalam menjalani hidupnya tidak memplesetkan ajaran yang pernah diajarkan gurunya. Kedua akan dianggap durhaka apabila dengan sengaja memplesetkan ajaran gurunya dengan kepentingan tertentu.

    bagaimana dengan pandangan dari ajaran agama anda ?

    Ada pendapat yang lain.

    Salam damai

  20. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ bagus
    setelah membaca BG yg bli sebutkan, ijinkan sy berkesimpulan,,,

    BG 18.42 hanya menyebutkan sifat2 exclusive para brahmana, baca juga lanjutannya BG 18.43 ttg sifat2 ksatriya, BG 18.44 ttg sifat2 vaisya dan sudhra.
    >>> jadi hal ini TIDAK relevan utk menjawab pertanyaan.

    BG 4.34 baru sebatas menjelaskan tata cara/ adab dalam menuntut ilmu pengetahuan rohani.
    >>> hal ini hampir mendekati jawaban, tapi BELUM juga relevan.

    Mohon lanjutkan dng sloka2 berikutnya, jawabannya justru pd sloka terakhir pada bab 4 ini ttg pengetahuan rohani. (skali lagi mohon ijin mengutip BG, tak ada niat apapun selain berusaha mendekatkan diri padaNYA).

    BG 4.42 Karena itu, keragu2an yg telah timbul dalam hatimu karena kebodohan harus dipotong dng senjata pengetahuan. Wahai Bharata, dng bersenjata yoga, bangunlah dan bertempur.
    >>> tentu yg dimaksud adlh pertempuran pemikiran (ghozwul fikri), krn disebutkan senjatanya adlh pengetahuan dan yoga.

    =========

    bismillahirrahmanirrahiim.

    Bagi orang2 yang percaya Al Qur’an tentu mempercayai juga kitab2 sebelumnya (yg saya yakin masih menyimpan sisa2 firman TUHAN yg selamat dari pendistorsian).

    Bagi yg tidak percaya Al Qur’an (dng sendirinya tidak mempercayai kitab2 SUCI sebelumnya) tetap dianggap DURHAKA.

    Bagaimana menghadapi orang2 durhaka ini ?
    kita kembalikan pada metode dakwah yg dicontohkan Baginda Rasulullah SAW dan Al Qur’an tentunya (lihat penjelasan sy pd bli sarvakaranam ttg rumus kedamaian).

    Demikian dulu bli, semoga bermanfaat.

    Wassalam.

  21. bodogendeng /

    Apakah muhamad melihat allah pada saat menerima wahyu AQ ??
    apakah muhamad pernah bertemu allah ?

    kalau tidak, AQ patut diragukan
    kata-kata Muhamad juga patut diragukan
    kesimpulannya samaranji patut diragukan

  22. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    Apa definisi “melihat” ?
    Apakah qt percaya dng mata jasmani yg sering salah dan menipu ? ato lebih percaya dng mata rohani yg sudah dijelaskan dlm BG ?

    Wassalam.

  23. bodogendeng /

    apakah kita melihat dengan mata ?
    jelas kita tak percaya sepenuhnya degan mata ?
    apakah bedanya mata dengan indera penglihatan
    orang buta juga kadang bisa melihat.

    jadi jelas muhamad tidak melihat Allah dengan mata material maupun mata rohani. lalu suara siapakah yang dia dengar yang kemudian ditulis sebagai AQ. suara Tuhan ? suara Allah ? atau suara Hantu/Setan ?
    jelas meragukan bukan.

  24. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    Semakin jelas bukan ?

    Bagi orang yg percaya Al-Qur’an, dng sendirinya juga mempercayai kitab2 sebelumnya -termasuk Veda- yg saya yakin masih ada firman2 Tuhan yg selamat dr pendistorsian.

    Sedangkan orang2 yg tidak mempercayai Al Qur’an dng sendirinya mengingkari juga kitab2 suci sebelumnya (termasuk veda “yg suci murni”).
    Maafkan kali ini sy harus jujur memberi contoh,,,
    >>> Veda MEMBATASI dng 1000 visnu-sahasra-nama bagi Tuhan, tapi mengapa bli @ made berani mengatakan bahwa hindu tidak membatasinya (baik scr kualitas n kuantitas, katanya) ?
    >>> Baghavad Githa menjelaskan utk tidak percaya sepenuhnya dng INDRIYA2 yg terbatas, sering salah dan menipu (hal inipun didukung oleh bli sarvakaranam dan bli ngara). T-a-p-i mengapa @ bodogendeng malah menggunakan parameter indriya jasmani (mata dan telinga) dlm mempertanyakan bagaimana Baginda Rasul “melihat” dan “mendengar” wujud Tuhan ?

    Siapa yg mengingkari apa yg sudah DIBATASI veda ?
    Siapa yg mengingkari Bhagavad Githa utk tidak percaya sepenuhnya dng INDRIYA2 yg terbatas ?

    Untuk menghadapi orang2 seperti ini emang harus dng “rumus kedamaian” dan tentu s-a-b-a-r.

    Wassalam.

  25. sarvakaranam /

    di dunia ini bahkan bertemu muka dengan presiden sangatlah sulit, mendengar pidatonya atau arahannya secara langsung juga sangatlah sulit, kecuali melalui media atau secara kebetulan/direncanakan karena kualifikasi luar biasa seseorang menurut beliau, beliau sendiri secara langsung datang kepadanya. Bagaimana dengan Tuhan Yang Maha Agung yang mencipta, memilihara dan melebur alam semesta ini berulang kali menurut kehendaknya??
    saya kira Tuhan masih punya hak untuk tidak menampakkan diri pada setiap orang.

    To Samaran-Ji
    dalam BG. dijelaskan karakter hamba-Tuhan yang sangat dikasihi Tuhan

    BG. 12. 13-14
    Orang yang tidak iri tetapi menjadi kawan baik bagi semua makhluk
    hidup, tidak menganggap dirinya pemilik, bebas dari keakuan
    palsu, bersikap sama baik dalam suka maupun duka, bersikap toleransi,
    selalu puas, mengendalikan diri, tekun dalam bhakti dengan
    ketabahan hati, dengan pikiran dan kecerdasannya dipusatkan kepada-Ku penyembah-Ku yang seperti itu sangat Ku-cintai.

    Bg. 15
    Aku sangat mencintai orang yang tidak menyebabkan siapapun dipersulit,
    tidak digoyahkan oleh siapapun dan bersikap yang sama, baik
    dalam suka, duka, rasa takut maupun kecemasan.

    BG. 16
    Aku sangat mencintai penyembah-Ku yang tidak bergantung pada
    jalan kegiatan yang biasa, yang suci, ahli, bebas dari rasa prihatin
    bebas dari segala dukacita, dan tidak berusaha memperoleh suatu
    hasil atau pahala.

    BG. 17

    Orang yang tidak bersenang hati atau bersedih hati, tidak menyesalkan
    atau menginginkan, dan melepaskan ikatan terhadap hal-hal yang
    menguntungkan dan tidak menguntungkan, seorang penyembah seperti
    itu sangat Ku-cintai.

    BG. 18

    Orang yang bersikap sama terhadap kawan dan musuh, seimbang dalam
    penghormatan dan penghinaan, panas dan dingin, suka dan duka,
    kemashyuran dan fitnah, selalu bebas dari pergaulan yang mencemarkan,
    selalu diam dan puas dengan segala sesuatu, yang tidak mempedulikan
    tempat tinggal apapun, mantap dalam pengetahuan dan
    tekun dalam bhakti, orang seperti itu sangat Ku-cintai.

    Bg. 19

    Aku sangat mencintai orang yang mengikuti jalan bhakti yang kekal
    ini, tekun sepenuhnya dengan keyakinan, dan menjadikan Aku sebagai
    tujuan tertinggi.

    bagaiman kalo di AQ ??

  26. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ sarvakaranam
    umat hindu patut bangga dng keluasan ilmu bli dlm memahami bhagavad githa.

    QS al fatihah.1
    Bismillahirrahmaanirrahiim. (insyaallah kurang lebih artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

    >>> dengan demikian dapat qt pahami bahwa, Allah Subhanallahu Tabaroka Wata’ala mengasihi dan menyayangi SEMUA makhluq ciptaan, baik yg beriman maupun yg membangkang.

    =========
    “guru” sy tidak mendidik santrinya utk menjadi sekedar islamolog, yg pengetahuannya ttg islam luar biasa namun hanya dianggap sbg pengetahuan tanpa dimanfaatkan utk kehidupan. “guru” sy tidak mendidik utk memperjual belikan firman2NYA.
    Sbg orang sudhra sy patut bersyukur dipertemukan beliau, yg menanamkan jiwa brahmana agar tidak melupakan Tuhan dlm menjalani kehidupan, yg menanamkan jiwa vaisya agar tidak menggantungkan kebutuhan hidup pd org lain, yg menanamkan jiwa ksatriya agar dlm melakoni kesemua itu terhindar dari sikap kepengecutan dlm kata dan perbuatan.

    Smoga bermanfaat, terima kasih.

    Wassalam.

  27. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    Alhamdulillah,,,. Untuk kesekian kalinya ijinkan sy berkunjung lagi, dan ijinkan sy menyapa rekan2 yg berkonstribusi dlm postingan ini utk dijadikan bahan diskusi n introspeksi,,,

    @ dazal : nyuwun sewu gih mbah, menawi anggene kawulo matur sampun ganggu penggalih panjenengan.
    @ yogiswara : ???
    @ udnap : salam kenal, kawan.
    @ herwitz : lanjutkan pencarianmu broo, semoga Tuhan membimbingmu pd kebenaran.
    @ made : apapun informasi yg qt dapatkan, jadikan sarana utk mendekatkan diri pd Tuhan.
    @ bodogendeng : mari latih indria jasmani utk mencapai pengetahuan rohani.
    @ rudi : mari belajar bersama.
    @ lokanantha : sumber dr otoritas pribadi pun terkadang dlm perjalanannya mengalami distorsi.
    @ dino : mari cari bersama mengapa perbedaan ini terjadi.
    @ adiwira : jng habiskan energi hanya utk berlogika, saat keraguan muncul kembalilah anda pd veda.
    @ kandarama : teruslah berkarya demi kedamaian dunia.
    @ bagus : senang bisa share dng anda, bli.
    @ sarvakaranam : menjadi kewajiban bg yg mengenal Tuhan utk mengajak saudara lain berserah diri padaNYA.
    @ sutha : ditunggu blognya mas, jng lupakan Tuhan saat beraktifitas.
    @ ngarayana : sy hanya bisa bilang, maaf n terima kasih.
    Untuk pertanyaan2 sy yg belum dijawab, sy takkan memaksa dan mari qt cari bersama. Kesombongan adalah awal dari pengingkaran pada Tuhan.

    Ya Allah,,, ilmu pengetahuan hanya milikMU, dan ridhoilah pengetahuan ini sebagai sarana utk lebih menyerahkan diri padaMU. Amin.

    Wassalam.

  28. sarvakaranam /

    @samaran-ji
    sarvakaranam : menjadi kewajiban bg yg mengenal Tuhan utk mengajak saudara lain berserah diri padaNYA.
    —————————————————————-
    Semoga dalam keadaan baik atas karunia Tuhan Yang Maha Agung
    Dalam Bhagavad Gita Tuhan Yang Maha Agung memberikan pilihan bagaimana seseorang berserah diri pada-Nya, sesuai dengan kemampuannya.

    BG. 12.8
    Pusatkanlah pikiranmu kepada-Ku, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa,
    dan gunakanlah segala kecerdasanmu dalam Diri-Ku. Dengan cara demikian,engkau akan selalu hidup di dalam Diri-Ku, tanpa keraguraguan.

    BG. 12.9
    Arjuna yang baik hati, perebut kekayaan, kalau engkau tidak dapat
    memusatkan pikiranmu kepada-Ku tanpa menyimpang, ikutilah
    prinsip-prinsip yang mengatur bhakti-yoga. Dengan cara demikian,
    kembangkanlah keinginan untuk mencapai kepada-Ku.

    BG. 12.10
    Kalau engkau tidak sanggup mengikuti latihan aturan bhakti-yoga,
    cobalah bekerja untuk-Ku, sebab dengan bekerja untuk-Ku, engkau
    akan mencapai tingkat yang sempurna.

    BG. 12.11
    Akan tetapi, kalau engkau tidak sanggup bekerja sambil sadar kepada-Ku seperti ini, cobalah bertindak dengan melepaskan segala hasil dari pekerjaanmu dan berusaha menjadi mantap dalam diri sendiri.

    BG. 12.12
    Kalau engkau tidak sanggup mengikuti latihan tersebut, tekunilah
    pengembangan pengetahuan. Akan tetapi, semadi lebih baik daripada
    pengetahuan, dan melepaskan ikatan terhadap hasil perbuatan lebih
    baik daripada semadi, sebab dengan melepaskan ikatan seperti
    itu seseorang dapat mencapai kedamaian jiwa.

    Bagaimana dengan di AQ, mohon infonya from Samaran-Ji
    Semoga damai di dunia, semoga damai di hati, semoga damai selalu

  29. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ sarvakaranam.
    Senang melihat bli merespon sy lagi,,,

    bismillahirrahmanirrahiim
    QS ali imran : 191 yang insyaallah kurang lebih artinya, “(yaitu) orang2 yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi…”

    >>> inilah yg membuat seorang muslim diharuskan mengingat Allah dimanapun dan dalam kondisi apapun berada, dng kata lain segala amal perbuatan qt baik sholat, zakat, puasa, menuntut ilmu, berbakti pada sesama singkatnya hidup dan mati qt hanya karena Allah semata.
    Untk mencapai level tsb maka islam mewajibkan SETIDAKNYA 5x dalam sehari mendirikan sholat ini, selanjutnya mnjadi pelatihan utk mengingat n menyerahkan diri padaNYA dalam setiap tarikan dan hembusan nafas kami.

    Maha Benar Allah dengan segala firman2NYA.

    Wassalam.

  30. apa yang ada di postingan ini benar adanya, saya setuju dengan anda.

  31. @samaranji
    Perasaan saya deh yang pertama minta mas nie bikin blog…
    sekarang2 ini kok malah saya yang ditanyai blog terus???
    yang ada saya yang minta situ bikin tapi gga di tanggapi.
    Mbak Fitri aja punya…

    mas dapet temen2 ngobrol yg pas nie, ga usah saya ikutan ya.
    OOT yg saya dalami juga ni

  32. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ sutha.
    Masalah blog saling mendo’akan aja mas, smoga sukses…
    Temen ngobrol yg pas ?,,, he he, sy hanya berusaha menyesuaikan. Bahkan sy lebih tertarik koment2 mas baik di sini atopun di vedasastra, terkesan apa adanya tanpa tendensi apa2 selain mencari kebenaran sejati.
    Satu hal yg membuat sy kagum pd mas adalah, rasa universal yg membuat mas tidak bersikap menggurui temen diskusi. Salut.

    Wassalam.

  33. mistery man /

    maaf mas2 saya ikut diskusi boleh ya. disini saya tdk membawa agama apapun, tapi saya juga punya agama kok.

    to samaranji :

    saya mau tanya, apa guru anda sering diundang untuk ceramah atau untuk memimpin doa. kalau guru anda menerima pemberian uang dari orang yg mengundangnya, berarti sama saja guru anda menjual agama.
    apakah tempat anda belajar agama dikenakan biaya, kalau ya berarti tempat itu menjadikan agama sebagai bisnis.

    to sarvakaranam :

    saya setuju dgn yg anda tulis. memang benar jika kita ingin mencapai tingkatan yg sempurna, bekerjalah untuk TUHAN.
    jangan cuma bisa mengingatnya, tapi tunjukkan karya nyatamu untuk TUHAN. apa yg sudah anda berikan untuk TUHAN.

  34. cokbin /

    Bilamana dharma (kebajikan) merosot..

    Aku menghadirkan diriKU sendiri sebab sudah menjadi bagian dari kehendakKU yang utama atau sankalpa untuk melindungi tata spiritual alam semesta..

    Aku mengesampingkan hakikat-Ku yang tak berwujud ( Acintya ) dan mengambil nama dan wujud yang cocok untuk tujuan kedatanganKU.

    Bilamana kejahatan mengancam kebajikan, Aku harus datang dan menyelamatkannya dari kemerosotan..

    =========================================================================================
    * Bhagawan

  35. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ mistery.

    Tentu qt semua setuju bahwa “menjual” adalah proses MENAWARKAN dan MENUNTUT BAYARAN. Dan alhamdulillah “guru” sy tidak pernah menuntut utk dibayar, kalopun ada umat yg memaksa agar menerimanya, hargai saja pemberian tsb dan tasarufkan kembali utk kemaslahatan umat agar lebih bermanfaat, demikian yg sering beliau lakukan.
    (Yg menjadi masalah, bagaimana hukumnya bagi yg menjual firmanNYA dlm bentuk kitab suci ?, maka qt kembalikan pada niat, hanya qt sendiri dan Tuhan yg tahu).
    Dalam hal inipun sy berusaha tidak mudah mengumbar dalil2 Al Qur’an Al Karim, sy hanya menjawab semampunya keingin-tahuan seorang rekan, dan sy tidak menuntut bayaran.

    Tempat kami belajar agama (guru kami mendefinisikan ilmu agama adlh ilmu apapun yang dengan ilmu tsb dapat lebih mengenal dan mendekatkan diri pd Tuhan), tidak dikenakan “biaya pendidikan”, iuran yg kami kumpulkan hanya utk biaya akomodasi, air listrik dll. Tentu tidak semua ‘ulama demikian adanya, semua butuh proses pembelajaran. Dan smoga apa yg qt usahakan dalam mencari kebenaran mendapat ridho Tuhan.

    Wassalam.

  36. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    Keingin tahuan bli @ sarvakaranam ttg konsep reinkarnasi dalam Al Qur’an, insyaallah sudah sy jawab sesuai kemampuan. Silahkan cek dalam postingan “pembuktian reinkarnasi scr ilmiah”, Terima kasih.

    Wassalam.

  37. dewa shiwa /

    trims buat temen muslim yang mberikan saya jalan tuhan
    dan buat saudara ku yg masih hindu cobala hilangkan ego mu befikir terbuka jujur pada diri sendiri dan jagn bohongi diri sendiri ituaja
    wassalam

  38. bodogendeng /

    selamat ya “dewa shiwa” sudah masuk islam
    tapi kayaknya dari komen-nya di atas situ bakal masuk neraka abadi tanpa ampun dari Allah karena terlalu bangga sombong dan merendahkan manusia lain. atau itu merupakan ajaran dari Allah-mu, saya rasa tidak ???.
    kalau Allah = Tuhan Yang Maha Esa, pastilah memberi perintah untuk menghormati manusia lain apakah dia suci atau berdosa.
    belajarlah rendah hati, saling memaafkan, dan tidak melakukan kekerasan …………………………………….

  39. dewa shiwa /

    @bodo gendeng
    tidak sedikit sy brmaksud mrendahkn manusia lain apalagi sombong itu suatu hal yg sangat dilarang oleh agama mari kita sama-sama merendah kan diri hilangkan rasa egois kita kita koreksi diri kita
    maaf klo komen sy menyinggung perasaan ki bodogendeng
    sebab saya ini seorang manusia biasa tempat salah dan dosa
    salam

    wayan radith( m soleh )

  40. bodogendeng /

    sebaiknya seperti itu …………..
    mari diskusi untuk memperoleh wawasan yang lebih luas dan kebenaran

  41. masih belajar /

    bingung lagi…..kalo sri krisna dan sri rama adalah titisan dewa wisnu (kalo gak salah ya).terus titisan dewa brahma sama dewa siwa siapa ya?
    eh ada lagi…tuhan yme dengan penjelmaan (yang berjangka) melalui sri rama,sri krisna kemudian sri hari pada saat itu,trus yang ngurusi makhluk lain yang tidak berada pada wilayah yang sama dengan beliau2 siapa?pada saat tuhan yme tidak menjelma kira2 apa yang dilakukan?
    kemudian,tuhan yme yang menjelma itu mengacu kepada siapa?dewa brahma/wisnu/indra atau siapa ya?
    mohon penjelasan dengan bahasa singkat (maksudnya setelah tanda tanya langsung dijawab tanpa uraian karena saya kesulitan mencerna tulisan diatas.
    salam piss piss piss….ups,mohon maaf kalo oot cuma pertanyaan saya karena ada uraian yang membingungkan pada tulisan diatas.
    piss piss piss….trims bro.

  42. Samaranji /

    Assalamu’alaikum.

    @ wayan radith (m. Sholeh)
    salam kenal, ahlan wa sahlan yaa akhinal kirom.
    Begitu indah ketika bli menyebutkan “jalan Tuhan”, bahkan sebelumnya sy tak terpikir bhw yg bli maksud adalah agama tertentu.

    @ masih belajar
    salam kenal lagi deh…

    Wassalam.

  43. Menurut penelitian, dalam tubuh manusia ikut hidup lebih dari 1 juta jenis bakteri, virus dan jasat renik lainnya. Meski sebagian besar bersifat parasit terhadap tubuh manusia, tetapi tubuh manusia tetap sehat. Kenapa? Karena Tubuh manusia memiliki imunitas atau kekebalan tubuh. Disaat imunitas ini melemah, maka parasit-parasit ini akan semakin gencar menggerogoti badan dan akhirnya tubuh ini menjadi sakit.

    Sama aja seperti kita beragama atau berorganisasi. Rongrongan dari luar itu selalu ada, tetapi yang paling penting adalah pertahanan dari dalamnya. Kalau di dalamnya bobrok dan akhirnya umatnya pada pindah ke keyakinan lain lalu mau menyalahkan siapa? Tentu menyalahkan diri sendiri yang paling tepat dan kita harus segera introspeksi diri.

    So…..rekan-rekan Hindu semua, saat anda mengkritisi ke luar jangan takut untuk berbenah ke luar.

  44. bejulit /

    maaf bro smua, sy mau bertanya krn sdh lama tdk paham dgn pernyataan bahwa Krisna adl/sbg/mrpk kepribadian Tuhan Yang Maha Esa.

    maksudnya apaan sih?

    bagi pemahaman sy;
    Tuhan ya Tuhan, Dia yg maha segalanya
    Krisna ya Krisna sang avatar
    dewa Wisnu ya dewa Wisnu yg bertugas memelihara alam ciptaan

    terima kasih

Follow

Get every new post on this blog delivered to your Inbox.

Join other followers:

%d bloggers like this: